Bolehkah Umrah Nenek/Ibu Tanpa Mahram?

  • 0

Bolehkah Umrah Nenek/Ibu Tanpa Mahram?

Pertanyaan:

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabaraktuh. Apakah benar dalam berpergian umroh, keluarga kita yang perempuan harus didampingi dengan mahramnya? Wassalam.

Jawaban:

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh. Alhamdulillahi rabbil ’alamin, washshalatu wassalamu ‘ala sayyidil mursalin, wa ba`du.

Memang para ulama berbeda pendapat tentang kebolehan wanita berhaji atau berumrah tanpa didampingi mahram. Diantara penyebab perbedaan mereka antara lain karena melihat latar belakang pengharaman tersebut, apakah karena masalah keamanan atau memang mutlak tidak boleh.

1. Pendapat pertama, tidak boleh:

Sebagian ulama mengharamkan wanita bepergian jauh (safar) termasuk pergi haji atau umrah bila tidak ditemani oleh mahramnya. Dalil yang digunakan dalam pendapat mereka antara lain:

Hadits Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bersabda, ”Jangan sekali-kali seorang lak-laki menyendiri (khalwat) dengan wanita kecuali ada mahramnya. Dan janganlah seorang wanita bepergian kecuali bersama mahramnya.” (HR. Bukhori, Muslim, Ahmad, Ibnu Majah, Tabrani, Baihaqi dll). Pendapat ini diwakili oleh banyak fuqoha diantaranya Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad bin Hanbal, an-Nakha`i, Al-Hasan, Ishak, Ibnul Munzir dan lainnya.

2. Pendapat Kedua, membolehkan:

Sebagian ulama lainnya membolehkan kepergian wanita tanpa disertai suami atau mahram dengan syarat ada teman atau rombongan yang bersamanya serta jalannya aman. Di antara dalil yang mereka pakai adalah bahwa para isteri nabi melakukan haji setelah Umar memberikan ijin pada mereka di haji terakhir yang ia kerjakan. Ia juga mengutus bersama mereka Utsmân ibn Affan dan Abdurrahman ibn Auf.

Dalam kitab Subulussalam ditambahkan bahwa sejumlah imam berpendapat bahwa wanita yang sudah lanjut usia boleh pergi tanpa disertai mahram. Lalu, menurut sejumlah ulama keberadaan sekelompok wanita atau bahkan seorang wanita yang bisa dipercaya sudah cukup untuk menyertainya melakukan ibadah haji. Memang akan menjadi lebih baik lagi kalau bersama suami atau mahramnya.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab, Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.


Leave a Reply