Video Promo Saibah

  • 0

  • 0

Kanwil Agama Segera Sosialisasikan Pembatalan Haji

Sumber : TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama, Zubaidi, mengatakan institusinya telah mensosialisasikan pembatalan pemberangkatan calon jemaah haji lansia. “Kami sudah kerahkan petugas-petugas di kanwil seluruh provinsi di Indonesia untuk menyiarkan info ini,” kata Zubaidi saat dihubungi Tempo pada Ahad, 23 Juni 2013.

Pembatalan calon jemaah lansia ini dilakukan mempertimbangkan kapasitas tampung untuk thawaf yang tinggal sepertiga, dari semula 48.000 jemaah per jam. “Karena lantai 2 atau 3 dipotong atau dibelah. Akibatnya jemaah tidak bisa berputar mengelilingi Kabah. Oleh karena itu, semua jemaah nanti berkonsentrasi di lantai dasar,” kata Menteri Agama, Suryadharma Ali, pada Sabtu, 22 Juni. Suyadharma menekankan, yang dimaksud lanjut usia adalah calon jemaah haji yang berumur 75 tahun ke atas.

“Selain dari pihak Kementerian, kami berharap juga dari media bisa menjadi saluran informasi ini,” kata Zubaidi. Dia mengatakan, informasi lengkap mengenai pembatalan bisa juga diakses langsung di kantor-kantor wilayah dan website Kementerian.

Pembatalan keberangkatan dengan pertimbangan yang sama juga berlaku bagi calon jemaah yang menggunakan kursi roda dan tongkat. “(Mereka) ini nanti akan menjadi jemaah haji tunda untuk keberangkatan tahun 2014,” kata Suryadharma. Mengenai siapa yang akan berangkat, Kementerian akan menerapkan sistem seleksi bagi calon jemaah yang akan dilakukan oleh kepala kantor wilayah di setiap kawasan.

Kuota haji Indonesia pada tahun 2014 mencapai 211.000 orang. Dengan pemotongan 20 persen pada tahun ini, maka 42.200 jemaah yang sebagian besar merupakan lansia batal berangkat ke Tanah Suci.

Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk memangkas kuota haji sebesar 20 persen yang berlaku untuk semua negara. Kebijakan tersebut ditetapkan atas pertimbangan rencana renovasi kawasan haji.


  • 0

  • 0

Paket Umrah Awal Ramadhan dan Akhir Ramadhan 2013

Saibah menawarkan paket Umroh untuk Awal Ramadhan 2013 dan Akhir Ramadhan 2013. Pada Umrah Akhir Ramadhan 2013 selama 3 hari berada di madinah dan 15 hari makkah untuk memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.

Segera hubungi Saibah Terdekat untuk informasi

update harga umroh ramadhan 2013


  • 0

SATU HAJI ATAU UMRAH TIDAK BOLEH UNTUK DUA ORANG

Pertanyaan

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Alhamdulillah, saya setiap tahun pergi ke Mekkah untuk umrah dalam bulan Ramadhan. Pada suatu ketika saya niat umrah untuk bapak saya dan pada kesempatan lain saya niat umrah untuk ibu saya. Tapi dalam kesempatan terakhir saya niat umrah untuk keduanya. Maka ketika saya bertanya tentang umrah terkahir saya ini dijawab bahwa umrah saya dinilai untuk saya sendiri dan tidak untuk kedua orang tua saya. Apakah demikian itu benar ?

Jawaban

Ya itu benar. Ulama menyatakan bahwa satu umrah tidak dapat diniatkan untuk dua orang. Satu umrah hanya untuk satu orang. Adakalanya untuk seseorang, atau untuk bapaknya atau untuk ibunya. Dan tidak mungkin seseorang niat umrah untuk dua orang. Dan jika dia melakukan demikian itu maka umrahnya tidak untuk kedua orang, tapi menjadi untuk dirinya sendiri.

Tapi saya ingin mengatakan, bahwa seyogianya seseorang menjadikan amal shaleh yang dilakukan diniatkan untuk dirinya sendiri, baik umrah, haji, sedekah, shalat, membaca Al-Qur’an atau yang lainnya. Sebab seseorang butuh kepada amal-amal shalih tersebut yang akan datang kepadanya hari yang dia berharap bila dalam catatan amalnya terdapat suatu kebaikan. Dan Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam tidak pernah membimbing umatnya untuk memalingkan amal shalihnya kepada bapaknya atau ibunya, juga tidak kepada orang yang masih hidup atau orang yang telah meninggal. Tapi Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam membimbing umatnya untuk mendo’akan orang yang meninggal dalam iman. Di mana Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Jika anak Adam meninggal, maka terputuslah amalannya kecuali tiga hal ; sedekah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak shaleh yang mendoa’akan kepada (orang tua)nya”[Hadits Riwayat Muslim dan lainnya[

Maka renungkanlah sabda Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam, “Anak shalih yang mendo’akan kepada (orang tua)nya”, dan beliau tidak mengatakan, “Anak shalih yang membaca Al-Qur’an, shalat dua raka’at, haji, umrah atau puasa untuknya”. Namun beliau mengatakan, “Anak shalih yang mendo’akannya”.

Padahal rangkaian hadits berkaitan dengan amal shalih. Maka demikian itu menunjukkan bahwa yang utama bagi seseorang adalah mendo’akan kedua orang tuanya dan bukan beramal shalih yang diperuntukkan mereka berdua. Meskipun demikian tidak mengapa baik seseorang beramal shalih dan diperuntukkan kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya. Hanya saja haji dan umrah tidak dapat diniatkan untuk dua orang sekaligus.

 


Pencarian

Artikel Terbaru

Umroh Sejarah 2016 2017

Umroh 
Sejarah 2016 2017

Umroh Dauroh Quran 2017

Umroh Dauroh Quran 2017

Jadwal Umroh 2016-2017

Umroh 
Semarang 2015-2016