Tata Cara Umroh

  • 0

Tata Cara Umroh

Kalo nggak salah Saibah Biro Umroh dan Haji Khusus (ONH Plus) pernah memberikan artikel “Tata cara umrah“. Mungkin banyak para calon jamaah yang masih bingung, Umrah itu mudah kok, kali ini Saibah mencoba Umroh dengan mendarat di Madinah.

1. Menuju tempat miqat (tempat mulai niat umroh dan berpakaian ihram) di Bir Ali. Namun boleh juga sejak di Madinah mulai memakai pakaian ihrom, tetapi niatnya tetap dimulai di Bir Ali. Setelah berganti pakaian, shalat sunnah ihram 2 rakaat.

Niat umroh : “Labbaikallohumma umrotan”.
(“Saya penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk melaksanakan umroh”)

2. Sejak memakai pakaian ihrom, tidak boleh menggunakan wangi-wangian, mandi memakai sabun, sikat gigi pakai odol, memakai peci atau pakaian lain, dan berhubungan suami istri.

3. Sepanjang perjalanan menuju ke Makkah, membaca kalimat talbiyah sebanyak-banyaknya :

“Labbaikallohumma labbaik. Labbaika la syarikalaka labaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulk, la syarikalak”.
(“Saya penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian dan kenikmatan adalah milik-Mu dan juga kerajaan, tidak ada sekutu bagi-Mu”)

4. Sesampai di Masjidil Haram, tawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali.

– Putaran 1-3 berlari-lari kecil.

– Putaran 4-7 berjalan biasa.

– Tempat awal mulai tawaf : garis lurus (tapi garisnya tidak ada) antara pintu Ka’bah dan tanda lampu yang di pasang di sisi masjid.

– Pada batas ini, sambil melihat ke Ka’bah, kita melambaikan tangan 3 kali sambil mengucapkan : “Bismillah, Allahu Akbar”.

– Sepanjang tawaf membaca do’a. Untuk mudahnya bisa membaca do’a sapu jagad : “Rabbana atina fiddun-ya hasanah, wafil akhirati hasanah waqina adzabannar”.

5. Shalat 2 rakaat di depan makam Ibrahim.

6. Minum air zam-zam. Sebelumnya berdoa terlebih dahulu.

7. Sa’i antara Shofa dan Marwa, 7 kali bolak balik.

– Cara menghitungnya : dari Shofa ke Marwa 1, Marwa ke Shofa 2, dan seterusnya, berakhir di Marwa.

– Sai dilakukan dengan berjalan, tapi pada batas antara 2 lampu, berlari-lari kecil.

8. Cukur rambut.

– Boleh cukur sebagian.

– Lebih afdhol, cukur semua. (Biasanya, saat sampai di Marwa pada putaran terakhir, cukur sebagian dulu tanda selesai umroh. Pada saat keluar masjid, ketemu tukang cukur, baru cukur semua).

Alhamdulillah, selesai.

Bila sudah berada di Makkah, maka salah satu tempat miqatnya bisa di Tan’im. Jadi ke Tan’im dulu untuk niat ihram, baru ke Masjidil Haram untuk thawaf, dan seterusnya seperti di atas.

Catatan :

* Kita boleh melakukan umroh untuk orang yang sudah meninggal.


Leave a Reply